Susi Pudjiastuti: Ternyata Banyak Mahasiswa Indonesia di Skotlandia

Catatan dari Networking Reception dengan Menteri KKP Susi Pudjiastuti di Edinburgh, 21 April 2016


“Wah, ternyata banyak ya mahasiswa Indonesia di Skotlandia”, kata Ibu Susi sambil melangkah memasuki ruang pertemuan di Grand Sheraton. Spontanitas Ibu Susi diikuti dengan tawa para hadirin.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambangi Britania Raya dalam rangka kunjungan kerja resmi sekaligus mendampingi Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri sempat warga Indonesia Selasa, (19/04/16) di Wisma Nusantara London. Berkunjung ke Skotlandia tidak ada dalam agenda presiden dan rombongan. Hanya Ibu Susi yang mampir ke Edinburgh, ibukota Skotlandia.

Di sela kunjungan kerja, Ibu Susi sempat bertemu mahasiswa Indonesia, tepatnya hari Kamis (21/04/16) di Grand Sheraton Hotel Edinburgh. Pertemuan ini dinamakan “Networking Reception” oleh sang pengundang, lembaga Universities Scotland. Universities Scotland adalah lembaga yang memayungi 19 perguruan tinggi di Skotlandia. Peranan Universities Scotland antara lain menjadi lembaga representasi perguruan tinggi di parlement; memberikan masukan untuk kebijakan terkait pendidikan tinggi; dan melakukan koordinasi untuk bidang riset.

Pelajar Indonesia menerima undangan yang dikirimkan lewat surat elektronik pada awal April 2015. Dalam undangan disebutkan, yang akan hadir dalam Networking Reception bersama Ibu Susi adalah rombongan dari kementerian; pengusaha Skotlandia yang melakukan investasi di Indonesia, periset, serta mahasiswa Indonesia.

Mahasiswa Indonesia secara khusus diberikan kesempatan di acara ini untuk melihat potensi kerjasama antara kedua negara serta peluang untuk partisipasi di sektor kemaritiman.

Perwakilan dari Universities Scotland, di hadapan Ibu Susi, undangan dan mahasiswa, memaparkan potensi maritim yang dipunyai Skotlandia. Skotlandia disebut memiliki pulau terbanyak di seantero Britania – baik yang berpenghuni maupun belum berpenghuni. Belum lagi, kandungan minyak dan gas yang mampu menyumbang pemasukan yang signifikan pada Gross National Product. Kekayaan maritim Skotlandia juga ditopang dengan sumber daya riset yang mumpuni. Beberapa perguruan tinggi di Skotlandia selalu masuk dalam daftar universitas terbaik di dunia. Bahkan, pendidikan di Skotlandia juga diklaim sebagai yang terbaik di Eropa.

Menjawab pidato sebelumnya mengenai potensi riset dan kerjasama ekonomi di bidang maritim, Ibu Susi memulai pemaparannya mengenai kekayaan laut Indonesia. Hadirin pun dibuat terkesima karena potensi laut Indonesia jauh lebih melimpah dibandingkan Skotlandia. 17 ribu pulau; garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Sektor maritim Indonesia juga menyumbangkan 8 persen total GDP year on year.

Keberhasilan menumpas pencurian ikan juga menjadi topik yang diulas Ibu Susi. Hingga saat ini, lebih dari 100 unit kapal yang tergolong Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing sudah ditenggelamkan oleh KKP. Karena gebrakan law enforcement ini, sejak tahun 2013, nilai ekspor ikan Indonesia naik rata – rata USD 1 miliar per tahunnya.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di Asean. Tapi anehnya, ekspor ikan kita selalu kalah dengan Thailand ataupun Filipina. […] Sejak kapal – kapal IUU  ditenggelamkan, untuk pertama kalinya ekspor ikan negara tetangga kita turun drastis”, papar Ibu Susi.

Ibu Susi menutup pidatonya dengan mengajak Skotlandia dan ‘seluruh negara lain di dunia’ untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam memaksimalkan potensi laut sekaligus menjaga laut Indonesia. “One World One Ocean”, kata Ibu Susi.

Tidak lupa, di akhir acara, Ibu Susi mengundang mahasiswa untuk berfoto bersama. “Tapi tidak selfie ya. Nanti kelamaan. Ibu capek”, kata salah seorang staff mantan CEO Susi Air ini.


Penulis: Okky Irmanita

Humas PPI Greater Glasgow

No comments:

Post a Comment