Shinta Yanirma: Glasgow akan Jadi Inspirasi Novelku Selanjutnya


Mojang Bandung yang satu ini adalah alumni akuntasi dari Universitas Padjajaran yang punya hobi menuangkan imajinasinya dalam tulisan. Tahun 2014 lalu bersama Gagas Media, Shinta Yanirma menerbitkan novel remaja berjudul “Crush on You”.

Setelah berkarya lewat novel, Shinta memasukkan kuliah di luar negeri sebagai resolusinya di Tahun 2015. “Dari lulus S1, aku sudah mulai cari info tentang beasiswa S2. Di akhir 2014, mantap menetapkan resolusi tahun baru kalau 2015 harus mulai MBA (MAster of Business Administration), “ujar Shinta.

Praktisi pemasaran digital ini ingin melanjutkan studi yang linier dengan S1-nya. Namun, dia  masih belum memastikan ke kampus mana yang akan jadi kawah candradimuka untuknya.
“Sudah pasti akan ambil MBA, tapi setelah riset – riset di internet, aku baru tahu University of Glasgow untuk pertama kalinya pada akhir April 2015 saat membandingkan beberapa program MBA di Britania Raya. Mungkin ini yang namanya takdir”, ungkapnya.

Glasgow, Espektasi dan Realitas
Umumnya, calon pelajar Indonesia yang akan studi di Eropa akan memerhatikan aspek yang bernama cuaca. Tak terkecuali Shinta. Dia sudah menghitung bahwa cuaca di Glasgow akan jauh beda dengan cuaca di Indonesia. Benar saja, setibanya di Glasgow, Shinta mendapat impresi bahwa kota ini lebih dingin temperaturnya dari pada dugaannya semula. “Sebagai orang tropis yang belum pernah ke Eropa, waktu pertama sampai bandara Glasgow aku kaget, ‘Kok cerah tapi anginnya beku,’ padahal itu hari terpanas di bulan September, suhu masih 20 derajat” imbuhnya.

Informasi soal suhu dan persiapan pakaian hangat sudah diperoleh Shinta melalui grup ‘pre-arrival Glasgow’ yang dibentuk oleh PPI. Beberapa hal esensial untuk pelajar Indonesia juga dibahas di grup yang memanfaatkan aplikasi Whatsapp ini.

Menarik membaca kesan Shinta soal ‘informasi berharga’ yang didapatnya dari grup persiapan keberangkatan yang diinisiasi oleh PPI Glasgow. Admin mengutip utuh testimoni Shinta.
"O ya, sebagai generasi Y (alah) yang melek internet, aku bersyukur ada banyak informasi seputar Glasgow yang ‘only several clicks away on Google’. Tapi, website resmi pemerintah dan blog-blog dari luar tentu nggak menjawab kebutuhan dasar orang Indonesia seperti di mana bisa beli Indomie, cengek, tempe, atau sambal ABC. Informasi tentang halal butcher, tempat sholat Jumat, dan lain – lain, yang penting buat muslim di Glasgow juga jarang terekspos di internet –setidaknya untuk saat ini. Untuk itu, aku bersyukur atas keberadaan PPI GG. Sejak gabung di grup PPI GG di WA, aku dapat banyak ‘insider information’ semacam “bawa tolak angin yang banyak,” .“bawa MSG sama bumbu masak sachetan,” yang terbukti berguna buat bertahan hidup di sini. Grup WA ini juga sukses mempertemukan para pendatang baru yang belum dapat akomodasi dengan pendatang lama yang bersedia ditebengi di awal perkuliahan. Terima kasih, PPI GG."

Membuat Novel Lagi
Di Tahun 2016 ini, Shinta akan menyambut kelahiran novel keduanya yang berjudul “Check In”. Namun, Shinta juga mendambakan menyusun lagi novel ketiga dan seterusnya. Apalagi, berkuliah di Glasgow memberi banyak inspirasi untuknya.
Bukan hanya kehidupan sehari – hari melainkan juga pengalaman akademik yang direngkuhnya. Sebut saja soal dialek Scottish yang kental yang mewarnai sesi kuliahnya di University of Glasgow hingga ‘style’ akademik dari para pelajar di kampus tertua ke-4 di Britania Raya ini. “Buatku, sejauh ini pengalaman yang paling mindblowing adalah proses perkuliahan yang menitikberatkan ke critical thinking. Ternyata yang selama ini aku anggap sudah cukup ‘kritis’ belum sesuai standar kritis di sini. Aku juga kagum dengan attitude staf pengajar yang rendah hati dan berpikiran terbuka”, tuturnya.

Berawal dari resolusi Tahun 2015, Shinta wujudkan mimpinya untuk merengkuh ilmu di dataran Skotlandia. Namanya pun ada dalam deretan peraih beasiswa LPDP di tahun yang sama. Kurang dari 1 tahun,  gelar MBA pun hampir pasti melekat di belakang namanya. Namun, determinasi untuk menyelesaikan studi bukan halangan baginya, untuk menelurkan novel kedua, ketiga, dan seterusnya.

Penulis: Okky Irmanita

Humas PPI Greater Glasgow

No comments:

Post a Comment